Stock Dinar:

Saat ini di Gerai Dinar Jepara ada stock Dinar Emas, bagi yang berminat bisa menghubungi contact diatas.

Gerai Dinar : Investasi Proteksi Nilai

Sabtu, 22 Oktober 2011

Investasi Emas dengan Modal Rendah




Saat ini banyak cara untuk berinvestasi emas seperti “Berkebun Emas”, “Gadai Emas”, “Gold Paper” dan lain-lain. Sebagai investasi, emas mampu memberikan keuntungan rata-rata 15-20 persen pertahunnya dan ini jauh di atas rata-rata inflasi Indonesia.
Selain itu faktor lain yang berpengaruh terhadap harga emas yaitu ketidak percayaan terhadap uang kertas, tidak seimbangannya antara permintaan dan produksi emas, dan mudah untuk mendapatkan cash. Kapanpun cash diperlukan saat itu emas bisa dijadikan cash. Nilainya pun mengikuti harga pasaran internasional yang terus menguat.
Emas pada dasarnya memiliki dua sifat yakni memiliki nol inflasi dan memiliki sifat lindung nilai (Sebagai Proteksi asset dan investasi)
Untuk memilik emas (Dinar) kita hanya memerlukan dana sekitar 25 % selebihnya  (75%) didanai oleh Bank Syariah. Di Blog Gerai Dinar Jepara ini akan kami presentasikan salah satu cara untuk berinvestasi emas (Dinar) melalui Bank Syariah dengan sistem Gadai Emas Bank Syariah
Misalkan nasaabah ingin mendapatkan 10 keping dinar, maka perhitungannya sebagai berikut:
Harga Dinar Rp. 2.200.000,-. Dinar yang diinginkan 10 keping, dana yang perlu disiapkan yaitu 10 X Rp. 2.200.000,-= Rp. 22.000.000,-,tetapi kalau melalui Bank Syariah dengan sistem Gadai kita perlu meyiapkan dana sekitar 25% X Rp. 22.000.000,-= Rp.5.500.000,- selebihnya akan dibiayai oleh Bank Syariah (Rp.16.500.000).
Fisik keping Dinar Emas disimpan di Bank Syariah sebagai Jaminan sedangkan pembayaran Hujroh (biaya titip) boleh dibayar dalam jangka waktu sesuai kesepakatan Gadai yaitu setelah 4(empat) bulan kemudian. dan besar biaya tergantung Bank Syariah masing-masing.
Mungkin nasabah bertanya, terus keuntungerlipat annya dimana? Coba kita bandingkan kalau kita membeli dinar terus disimpan dirumah dengan cara gadai diatas. Dengan dana Rp. 5.500.000,- pembeli akan dapat dinar sebanyak 2.5 (dua setengah) keping, tetapi kalau dengan sistem gadai akan dapat 10 keping. Keuntungan gadai setiap ada kenaikan dinar akan berlipat 10 kali, tetapi kalau disimpan sendiri setiap kenaikan hanya berlipat 2.5 kali.
Tempat gadai yang seharusnya menjadi pilihan adalah bank syariah yang memberikan nilai gadai paling tinggi tapi mengenakan biaya sangat rendah. Karena keuntungan akan didapat jika kenaikan emas lebih tinggi dari biaya gadai.
Selain Gadai ada cara lain untuk memiliki dinar yaitu dengan sistem mencicil. Sistem mencicil ini dapat digunakan untuk persiapan jangka panjang seperti biaya kuliah anak, naik haji, pensiun dan lain-lain.
Dengan sistem mencicil ini nasabah tiap bulannya harus menabung senilai: cicilan ditambah biaya gadai perbulan.
Contoh Cicil Dinar:
1.       Harga Dinar Rp. 2.200.000 / keping
2.       Dinar yang mau di beli 10 keping
3.       Lama Cicilan / Nabung 36 bulan
4.       Hujroh (biaya gadai) 14%/Tahun.
5.       Biaya cicil:
1.       Harga Dinar:  10 dinar X Rp.2.200.000,-=Rp. 22.000.000.
2.       Pembiayaan Bank: 75% X Rp.22.000.000,-=Rp.16.500.000,-
3.       Cicilan Pokok: Rp.16.500.000,- : 36 = Rp.458.333,-
4.       Ongkos Hujroh: Rp.16.500.000, X 14% : 12 Bulan = Rp.192.500
5.       Jadi cicilan yang dibayarkan per bulan : Rp.458.333 + Rp.192.500 =Rp. 650.833

Note: perhitungan diatas hanya simulasi, realnya akan disesuaikan dengan harga emas dan tafsiran pembiayaan dari Bank Syariah masing-masing.

0 komentar: